Pentingnya Bimbingan Perkawinan : Kepala KUA Kabuh Ajak Calon Pengantin Siapkan Ilmu Rumah Tangga
Pada Selasa, 03 Maret 2026, di
Aula KUA Kecamatan Kabuh, kegiatan Bimbingan Perkawinan Pranikah (Bimwin)
diselenggarakan untuk tiga belas pasang calon pengantin (catin). Kegiatan ini
dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kabuh, Bapak Masu’ud, M.H.I, dengan
tujuan memberikan wawasan mendalam mengenai persiapan mental dan pengetahuan praktis
dalam membina rumah tangga. Bimbingan ini merupakan bagian dari program
Kementerian Agama Republik Indonesia yang merujuk pada Surat Keputusan Dirjen
Bimas Islam Nomor 189 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan
bagi Calon Pengantin.
"Ini adalah kesempatan luar
biasa bagi para calon pengantin untuk mendapatkan bekal ilmu rumah tangga yang
tak hanya penting dalam membina hubungan suami istri, tetapi juga untuk
menciptakan keluarga yang harmonis dan bertahan lama," ungkap Masu’ud dalam
sambutannya. Ia mengapresiasi kehadiran para peserta yang datang tepat waktu
setelah menerima undangan beberapa hari sebelumnya.
Dalam sesi bimbingan, Masu’ud
menyampaikan empat tujuan utama dari pernikahan, yaitu: 1) mengembangkan
keterampilan hidup rumah tangga, 2) mempersiapkan mental calon pengantin
sebelum memulai kehidupan rumah tangga, 3) menjaga kesehatan reproduksi, dan 4)
mengelola konflik serta ketahanan keluarga. "Pernikahan bukan hanya soal
penyatuan dua orang, tetapi juga dua keluarga besar. Dalam perjalanan rumah
tangga, tentu akan ada banyak dinamika yang harus kita hadapi," jelas
Masu’ud.
Ia juga menekankan pentingnya
memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga,
salah satunya adalah faktor perceraian. Beberapa penyebab yang sering
ditemukan, menurut Masu’ud, antara lain adalah: 1) pernikahan dini, 2) masalah
ekonomi keluarga, 3) kecemburuan yang berlebihan, 4) perbedaan status sosial
atau ketidakcocokan pasangan, 5) perselingkuhan, dan 6) kurangnya waktu bersama
karena kesibukan masing-masing pasangan.
Sebagai bagian dari komitmennya
untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam, Masu’ud juga mengingatkan bahwa
tujuan dari Bimwin ini adalah untuk membekali para catin dengan pengetahuan
yang bermanfaat, agar mereka siap menghadapi tantangan dalam kehidupan berumah
tangga. "Kegiatan bimbingan ini sangat penting, bukan hanya untuk
kehidupan pernikahan mereka, tetapi juga sebagai dasar untuk kehidupan keluarga
yang penuh ilmu dan ketahanan," ujar Masu’ud, yang berharap para calon
pengantin dapat menerapkan apa yang mereka pelajari dalam kehidupan
sehari-hari.
Dengan adanya program Bimwin ini, diharapkan calon pengantin akan lebih siap secara mental dan pengetahuan dalam menjalani kehidupan pernikahan yang penuh tantangan dan perubahan. Kegiatan ini juga memberikan pesan penting bahwa setiap pernikahan membutuhkan persiapan yang matang, baik dari segi psikologis, sosial, maupun ekonomi.

Komentar
Posting Komentar